Satu

Dua nafas terangkai menjadi satu
Tiga kata sayang bermakna satu
Empat pundak bersandar menjadi satu
Lima jari melambai menjadi satu
Lalu kapan satu tak sendiri?

Dua mata bertatapan dengan dua mata
Dua telinga mendengarkan dengan dua telinga
Dua kaki berjalan beriringan dengan dua kaki
Dua tangan tergenggam erat dengan dua tangan
Lalu mengapa dua tak lebih baik daripada satu?

Raga itu dua
Tapi hati itu satu
Jadi dua dan satu selalu bersama. Dan berakhir bahagia.

ALP

TAK LEKANG OLEH WAKTU

Angin,

Kamu bawa kemana cinta ini?
Seolah tak lekang akan waktu
Seolah waktulah yang berbicara
Seolah tiada yg dapat menghentikannya.

Angin,
Kamu bawa kemana perasaan ini?
Seolah tak pernah lenyap tertimbun memori lain
Seolah ini hanya sekedar kata belaka
Seolah tak ada hal lain yang tersampaikan.

Angin,
Kemana aku harus berpijak?
Seolah bumi tak menyediakan tempat bagi perasaan ini
Tanah yang sudah ditinggali bermacam-macam rupa manusia
tak lagi dapat memilah mana yang baik&buruk

Angin,
Kemana asa ini akan pergi?

( Didekasikan kepada kamu,
yang tak lekang oleh waktu.)

ALP

DIDEDIKASIKAN KEPADA IBU

Ibuku yang Cantik,

Ucapnya halus buatku sulit marah padanya
Sabarnya juara satu menghadapi emosi yang berkeliaran
Canda tawa&senyumnya menjadi Ibu dan teman yang tak ingin kupisahkan
Ayu-nya yang tak sebanding denganku walaupun (katanya) kami sangat mirip

Ibuku yang cantik,
Tangisnya menjadi lukaku yang perih
Sedihnya bagai semburat mendung untukku
Ketidakhadirannya buatku mencari seseorang yang hilang
Kelebihannya adalah kekuranganku yang tak terhingga

Ibuku yang Cantik,
Hadirmu,Surga di telapak kaki ibu

Didekasikan kepada,
Ibu.

ALP

DIDEDIKASIKAN KEPADA BAPAK

Dear Bapak,

Keriputmu tak hilangkan wibawamu
Lelahmu bekerja menjadi semangatku menimba ilmu
Senyummu selalu berhasil buatku tersenyum juga
Ucapmu selalu menjadi pengingat terbaikku

Dear Bapak,
Sehatmu menjadi penopangku yang terbaik
Sakitmu sukses buatku rapuh dalam sekejap
Bbm doa& semangat darimu selalu terlintas di otakku
Hadirmu sebagai ayah,dan teman sejati yang tak pernah hilang

Dear Bapak,
Tanpamu tanah yang kupijak akan menghilang.

Didekasikan kepada,
Bapak.

ALP

MENANTI SENJA OLEHMU

Tap,tap,tap
Derumu mendekat,tatkala senja menanti
Nafasmu terengah,seolah waktu hilang
Langkahmu cepat,jarak tak lagi menjadi masalah
Keberadaanmu menjadi cahayaku ditengah gelap malam

Tap,tap,tap
Hentakan kakimu berkumandang,kuhafal suaranya
Aromamu terhisap olehku bagai bahan aditif
Tanganmu yang dingin menyentuh kulitku
Jarakmu dan jarakku yang tak lebih dari 5cm

Tap,tap,tap
Langkahmu menjauh,seolah jarak menjadi penentu
Tubuhmu menjauh,padahal ku tak inginkan itu
Kugapai rengkuhanmu tapi kamu tak ada
Kucari sosokmu,dan kamu tak lagi 5cm dariku

Tap,tap,tap
Kurindu kamu dengan tapak sepatumu yang selalu kuingat.

Didekasikan kepada kamu,
Sinarku

ALP

TETAPLAH DISINI

Kusiapkan pundak untukmu bersandar
Kuberikan lengan terlebar untuk mendekapmu
Kupastikan tanganku selalu menggenggam erat tanganmu
Akankah kamu tetap disini?

Kutawarkan sebuah kesetiaan
Kubuatkan kebahagiaan yang tak terhingga
Kuberikan cinta yang takkan pernah layu
Akankah kamu tetap disini?

Masih kurang juga?
Kurencanakan masa depanku bersamamu
Kuserahkan tanggung jawabku di sisimu
Kutunjukkan bagaimana hidup itu bahagia denganmu

Akankah kamu tetap disini?
Sampai bahagia menjadi milik kita

Didekasikan kepada kamu,
Yang tak pernah termiliki.

ALP

NYANYIAN KEBAHAGIAAN KECIL

Kamu,masih setia disini?

 

Tanpa beralaskan alas kaki
Tubuh yang hanya dibalut pakaian tipis
Dan kaleng di depannya,yang membutuhkan suatu keajaiban
 
Gitar kecil yang setia menemani
Tangan lusuh yang memainkannya
Tak sekedar alunan nada yang terdengar
Kata demi kata terlontar dari mulutnya
 
“Aku ini hanya sekedar bernyanyi
Bernyanyi untuk membeli 1 helai baju
Bernyanyi untuk membeli sepasang sandal
Bernyanyi untuk mengisi perut
Bernyanyi untuk kebutuhan semata
 
“Aku ini hanya sekedar bernyanyi
Bernyanyi untuk Ibuku di atas sana
Bernyanyi untuk Ayahku yang meningalkanku begitu saja
Bernyanyi untuk keluargaku yang tak kuketahui
Bernyanyi untuk mengusir sepi
 
“Aku ini hanya sekedar bernyanyi
Bernyanyi untuk kebahagiaan tiada batas.
 
Tiba-tiba diralatnya bagian akhir ,menjadi
“Bernyanyi untuk kebahagiaan yang terbatas”
 
( Didedikasikan kepada kamu,
yang ingin membuka tangan.)
 
ALP