Matahari di Malam Hari

Kamu palingkan kepalamu ke atas lalu ke bawah
Keluhmu seperti mencari jarum diantara jerami
Lihat,kamu tatap aku tapi fikirmu melayang-layang
Andai langitku dan langitmu sama,segera kutangkap kamu yang tersesat

Kamu di Mars,aku di Venus
Tapi kamu bilang kita sama-sama di Bumi,tempat kita berpijak
Kamu bilang aku perak,karena emas sudah ada yang punya
Padahal sinar emas lebih terang daripada perak

Katamu aku matahari,nyatanya kamu punya bulan
Padahal tanpa matahari,kamu pun tak bisa hidup
Dengar,aku disini. Bukan nun jauh disana
Tepat di depanmu,tapi seolah aku di Timur sana.

Lihat,aku matahari yang terbit dari ufuk timur
Tapi kamu malah melihat ke ufuk barat,tempatku akan tenggelam
Kamu lihat di ufuk barat tempatku memudar
Seolah kamu menanti bulan usai aku tak terlihat lagi

Kapan aku bisa menjadi lebih dari sebuah bulan?
Tak akan pernah. Karena malam hanya membutuhkan cahaya bulan
Bukan cahaya matahari.

ALP

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s