KICAUAN TANPA KATA

Kusapa pagi hari

 

Udara segar,
Bau tanah usai hujan
Udara yang masih dingin
Semuanya,
Menyeruak ke tubuh ini
 
Embun tak kalah cantiknya,
Membasahi daun-daun di ranting
Burung tak mau terlupakan
Kicauan merdunya mengalun indah
 
“Burung,mengapa kamu suka berkicau?” tanya Embun.
“Tuhan beri aku suara indah.Bagaimana aku tidak memperdengarkannya pada semua,agar mereka dapat menikmati juga indahnya pagi ini? ” jawab si Burung.
“Tapi yang mengerti bahasa kicauanmu itu kan,hanya kamu dan sesama burung.Embun seperti aku,dan manusia,tak akan mengerti kicauanmu.” Embun masih penasaran,masih berusaha bertanya
“Embun,semua hal tak perlu diucapkan dengan kata-kata yang perlu dimengerti.Asal kalian bahagia mendengarnya,itu sudah cukup bahagia untuku,tak perlu kalian mengerti kicauku.”
 
Embun takjub.Bahkan dibalik kicauan yang tak dimengerti pun,nada yang indah tak membutuhkan kata-kata tanpa batas.
 
( Didekasikan kepada kamu,
yang membutuhkan kata.)
 
ALP
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s