KATA TAK TERUCAP

Lidah ini kelu

 
Tak pernah berharap
Asa ini mengalun begitu berat
 
Kata ini,
Tak pernah tersampaikan
 
Ujarku ini
Tak pernah ingin diketahui khalayak
 
Kapan aku akan berbicara?
Sedaritadi hanya ia yang berbicara
Mungkin ia tak mengizinkanku
Untuk mengucap sepatah kata ini
 
“Kamu ini,” katanya.
“Selesaikan masalahmu dulu.Baru,aku mau menerimamu.
Jangan fikir aku akan berfikir dua kali untuk memilihkanmu
Surga,atau Neraka
Sudah jelas,orang sepertimu,
Akan kumasukkan dimana.”
 
Ia lalu menghilang ditelan angin,
Meningalkanku yang masih meragukan rasa syukur
 
( Didekasikan kepada kamu,
yang lemah.)
 
ALP
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s