Antara Dua Ruang Temu

Pelangi kau bilang garis-garis warna yang bertumpuk

Silau matahari kau bilang cahaya yang terlalu menyilaukan
Pendar bintang kau bilang bercahaya kecil
Kilat petir kau bilang kilatan cahaya menakutkan
Takkah langit memanjakanmu dengan segala keindahannya?

Tanah yang kau pijak kau bilang keras
Angin yang melambai kau bilang mendinginkan badan
Air yang mengguyurmu kau bilang buatmu basah
Api yang hangatkanmu kau bilang panas 
Takkah bumi dan isinya memberimu apa yang hidupmu butuhkan?

Takkah kau lihat kebutuhan dan keinginan itu berbeda?
Tak bisakah kau lihat tak hanya satu sisi tapi juga dua sisi
Tak dapatkah kau pilah baik dan buruk itu berbeda tipis

Aku dan kamu di ruang waktu yang berbeda,
Namun dunia memisahkan satu sama lain hanya dengan sekat batas
Yang dapat kau kendalikan.

ALP

Advertisements

Bayangan Tanpa Wajah

Seribu wajah kau tampakkan

Tak sadarkah bayangmu terpampang disana
Satu wajahpun tak dapat kau kenali
Kemanakah sebenarnya arah tujuanmu?

Alasan ‘identitas’ kau jadikan saksi
Tak kah kau anggap jatidirimu itu palsu
Satu demi satu langkahmu beredar
Apalah arti identitas dengan segala wajahmu yang terpatri

Senyummu luapkan segala buncah bahagiaku
Tapi tak satupun bahagiaku menjadi bagian dirimu
Tawamu buatku keberadaanku tak lagi sia-sia
Tapi adanya diriku bukan lagi sesuatu yang kamu nanti

Kamu dan wajahmu,
Terpatri jelas selalu.Di hatiku.

ALP

SESEORANG TANPA SYARAT

Senda gurauku kau anggap aneh

Kamu tak lagi satu fikir denganku
Senyumku kau balas sengan seutas tarikan bibir
Tak lagi semburat itu enak dilihat
Siapa pikirmu aku ini?

Diamku kau anggap angin lalu
Namun diammu kuanggap ‘jangan lagi’
Ucapku kau anggap sarkas
Namun ucapmu kuanggap nyata
Siapa pikirmu aku ini?

Tak bisakah fikirku dan fikirmu jadi satu
Anggap semuanya brand new day tiap harinya

Didedikasikan kepada kamu,
Seseorang Tanpa syarat.

ALP

HATI,RASA DAN PIKIRAN

Ada kalanya cinta itu di depan mata

Tapi yang dilihat malah yang di belakang
Tak tahu cinta itu ada
Ada tapi terlihat tak ada

Ada yang bilang cinta itu buta
Buta alihkan baik dan buruk
Tak tahu mana realita dan logika
Buta,tapi indah

Kata orang,cinta sesungguhnya bukan mencintai
Tapi cinta itu dicintai
Kalau tidak mencinta,ya dicinta
Mencinta,atau tidak dicinta

Sadar atau tidak sadar,
Realita atau logika
Bayang atau nyata
Waktu menjawab dengan,atau tanpa batas.

Didedikasikan kepada kamu,
Hati,rasa dan pikiran.

ALP

UTOPIA

Langkahku sejalan seiring bayangmu
Pintaku berjalan lurus searah denganmu
Derapku tak ingin hentikan langkahmu
Kamu,utopiaku.

Kuas cat terbentang warna cerah di kanvas
Musik synthpop mengalun indah di pemutar musik
Coretan tulisan mengalir dengan indahnya
Kamu,utopiaku.

Senyummu hilangkan marah sejenak
Tawamu sukses buat lupakan segalanya
Hadirmu tak ragu memompa detak jantung ini
Kamu,utopiaku.

Didekasikan kepada kamu,
Utopiaku.

ALP

TAK LEKANG OLEH WAKTU

Angin,

Kamu bawa kemana cinta ini?
Seolah tak lekang akan waktu
Seolah waktulah yang berbicara
Seolah tiada yg dapat menghentikannya.

Angin,
Kamu bawa kemana perasaan ini?
Seolah tak pernah lenyap tertimbun memori lain
Seolah ini hanya sekedar kata belaka
Seolah tak ada hal lain yang tersampaikan.

Angin,
Kemana aku harus berpijak?
Seolah bumi tak menyediakan tempat bagi perasaan ini
Tanah yang sudah ditinggali bermacam-macam rupa manusia
tak lagi dapat memilah mana yang baik&buruk

Angin,
Kemana asa ini akan pergi?

( Didekasikan kepada kamu,
yang tak lekang oleh waktu.)

ALP

DIDEDIKASIKAN KEPADA IBU

Ibuku yang Cantik,

Ucapnya halus buatku sulit marah padanya
Sabarnya juara satu menghadapi emosi yang berkeliaran
Canda tawa&senyumnya menjadi Ibu dan teman yang tak ingin kupisahkan
Ayu-nya yang tak sebanding denganku walaupun (katanya) kami sangat mirip

Ibuku yang cantik,
Tangisnya menjadi lukaku yang perih
Sedihnya bagai semburat mendung untukku
Ketidakhadirannya buatku mencari seseorang yang hilang
Kelebihannya adalah kekuranganku yang tak terhingga

Ibuku yang Cantik,
Hadirmu,Surga di telapak kaki ibu

Didekasikan kepada,
Ibu.

ALP